Blog Tuttorial Tips dan Update Informasi

Lazada Indonesia

Panduan Lengkap Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Perorangan

BPJS Kesehatan adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang berbentuk Badan Usaha Milik Negara yang didirikan untuk menyelenggarakan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. BPJS Kesehatan berdiri sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS Kesehatan adalah bagian dari program Jaminan Kesehatan Nasional yang dimulai pada 1 Januari tahun 2014 sebagai pengganti dari program Asuransi kesehatan milik pemerintah yaitu ASKES.

Peserta program BPJS Kesehatan terdiri dari 3 kelompok yaitu ; 
  1. Peserta Penerima Bantuan Iuran Pemerintah, yaitu ditujukan bagi masyarakat yang kurang mampu yang anggarannya disubsidi oleh negara.
  2. Pekerja Penerima Upah, yaitu Karyawan atau pekerja diperusahaan atau badan usaha lainnya yang beban biayanya menjadi tanggungan pihak perusahaan atau dahulunya dikenal dengan program Jamsostek.
  3. Peserta Bukan Pekerja atau Perorangan, yaitu individu masyarakat yang diluar dua kategori yang telah ditentukan diatas, yang beban biayanya ditanggung oleh pribadi.
Khusus untuk point yang ke 3 diatas yaitu Peserta Bukan Pekerja atau Perorangan, calon peserta bisa mendaftarkan dirinya secara perorangan maupun untuk anggota keluarga lainnya dengan mendaftar langsung di Kantor BPJS Kesehatan terdekat. Bagi anda yang ingin mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan ada beberapa hal yang harus disiapkan terlebih dahulu sebelum mendaftar, yaitu diantaranya :
  • Fotokopi KTP/SIM/Paspor, masing-masing anggota keluarga 1 lembar
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) 
  • Pasfoto ukuran 3 x 4, masing-masing anggota keluarga sebanyak 1 lembar 
  • Fotokopi Buku Tabungan salah satu peserta atau anggota keluarga [jika ada]  
Setelah menyiapkan beberapa berkas tersebut, anda bisa mendaftar langsung di Kantor BPJS Kesehatan terdekat yang ada di kota anda atau anda juga bisa melakukan pendaftaran secara online di website BPJS Kesehatan. Pada saat mendaftar anda hanya diminta untuk mengisi formulir daftar keanggotaan BPJS Kesehatan untuk seluruh anggota keluarga anda dengan melampirkan berkas seperti yang dijelaskan diatas sebelumnya. Setelah mendaftar anda akan mendapat Nomor Virtual Account (VA) yang merupakan nomor registrasi keanggotan anda. Setiap anggota keluarga yang didaftarkan akan mendapat nomor virtual account masing-masing.  
Contoh Nomor Virtual Account BPJS Kesehatan
Setelah mendaftar dan mendapatkan nomor virtual account anda diharuskan untuk membayar iuran pertama untuk aktifasi keanggotaan BPJS Kesehatan anda. Besarnya iuran bedasarkan Kelas keanggotaan yang telah anda daftarkan. Untuk Kelas I : Rp.59.500/bulan. Kelas II Rp.42.500/bulan. Kelas III Rp.25.500/bulan. Untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan bisa dilakukan di Bank yang telah ditunjuk, saat ini BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Bank BRI, Bank BNI dan Bank Mandiri. 

Setelah anda melakukan pembayaran iuran pertama di bank, anda diharuskan untuk datang kembali ke kantor BPJS Kesehatan untuk mencetak kartu anggota BPJS Kesehatan anda dengan menunjukan bukti pembayaran yang telah anda setorkan. Kartu anggota BPJS Kesehatan diberikan untuk setiap anggota keluarga berdasarkan nomor virtual accountnya. Kartu BPJS Kesehatan inilah yang harus anda bawa pada saat anda berobat kedokter atau kerumah sakit untuk nantinya anda akan dilayani sebagai peserta BPJS Kesehatan. Demikian Panduan Lengkap Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Perorangan jika ada hal yang kurang jelas dan ingin ditanyakan silahkan tinggalkan komentar. 
Tag : Kesehatan
5 Komentar untuk "Panduan Lengkap Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Perorangan"

Bagus nih infonya... udah lama juga cari2 informasi soal BPJS ini.

makasih ya mbak molly mudah2an bermanfaat buat semua

Jadi Ini itu bayar untuk aktivasi nya atau gimana ???
Tarif nya emang segitu ?

Untuk aktivasi kita memang diharuskan membayar iuran pertama mas, kalo soal tarif memang segitu peraturannya yang pasti lebih murah dari asuransi manapun :D

Sejumlah peserta antre untuk melakukan pendaftaran dan pembaruan data di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan KCU Matraman, Jaakarta, Kamis (30/7/2015). Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram pada BPJS terkait indikator bunga, dan mengusulkan untuk mengadakan BPJS kesehatan syariah pada pemerintah.

BPJS Harus Sesuai Fatwa

Apa Komentarmu ?
Catatan :
1. Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar
2. Berkomentar lah sesuai dengan tema artikel.
3. Dilarang menuliskan link aktif di kolom komentar, NO SPAM
4. Share this post G+1 sebagai support blogger Indonesia

Back To Top